Saat Menyambut Hadiah dari-Mu..

Saat Menyambut Hadiah dari-Mu..

Memasuki kelas 3 SMA, saya masih dengan teman kelas yang sama. Tidak ada perubahan kelas. Kami teman-teman mengadakan acara Halal Bihalal setelah Ramadhan. Salah satunya, jangan lupa bawa kado. Kadonya, berkisar Rp.5000-an aja.... Seru dan murah meriah. Hehe.... singkat cerita tukar kado sudah dimulai. Kado mulai diputar. Ada yang besar, ada yang kecil mungil. Sudah ada yang bisa ditebak ini isinya apaa... “wah ini malkist jumbo nihh” salah satu temen bilang. “ini CUSSON nih.... laki-laki jangan dapet, kasian... ntar tuker lagi...”. macem-macemlah pada ketawa. Apalagi ada kado terbaik yg nyamperin “jatoh ketangan saya.... saya aja.... saya aja...”,kami semua berharap. Siapapun berharap dapat kado yang lebih baik dari kado yang diberikan. Rasanya itu bahagia... kan wajar Manusia. Hehe... saya mah ikhlas ajaa mau dapet apa pun yg penting bermanfaat. Mau harganya lebih murah, atau yang lebih mahal yang penting berguna dan bermanfaat. Sudah berhenti diputar kami semua buka sama-sama, saya dapetnya kado yang kecil bentuk kadonya kayak permen digulung. Apa yaa...? Tara... saya dapet buku do’a sehari-hari... kalo yang lain ada yang dapet earphone, ada yang dapat buku Conan, buku Si Albi Alfamart, kaos kaki, makanan, gantungan kunci boneka yg imut dan banyak lagi. Ada juga si A dapet dapet kado dari si B, si B dapat yang A. Tanpa sengaja... cewek-cowok pula, temen saya yg ini suka dikacangin gitu dikelas “cie... jodoh nih...” (nggak penting KkKkKk). Begitulah suasananya, kami semua di video utk mengenang kebersamaan halal bihalal. Trus hati saya ini serasa nggak suka sama kadonya, dilihat dari covernya... Malu lah saat divideo, tapi ternyata ada kertasnya, saya nggak ngeh pas buka ternyata kertasnya jatuh. Saya baca

"Semoga bermanfaat... :)". Inikan seperti perkataan awal keinginan saya dan ada tulisan lainnya juga. Saya lihat-lihat sekililing teman saya. Kok, rasanya seperti mencerminkan diri sendiri... jadi ada temen, dia orangnya ceria selalu... bawaannya masih kekanak-kanakan tapi riang orangnya... dia dapet gantungan boneka yg lucu imut gitu... kebetulan dia di kelas memang suka becanda sama boneka. Ada juga yang badannya besar dia dapet makanan. Mulai tuh dari situ saya berpikir positif. Apa ini hadiah dari Allah yaa.. supaya saya jadi sering berdo’a. Kemarin udah dapat sesuatu yang saya harapkan Beasiswa, Study Tour, laptop bahkan Allah memberikan teman yang baik ketika kelas 1 SMA. Apa Allah rindu sama saya...? kebetulan juga, saya memang belum punya buku do’a-do’a, dari dulu saya pengen banget punya buku do’a-do’a. Saya pun menyapanya... Alhamdulillah...
jangan dilihat dari cover!
Sepulangnya dari acara tersebut saya tertarik untuk membacanya. Kira-kira ada do’a apa saja? Saya pun membaca artinya, di semua do’a perkataannya tidak ada yang “ Ya Allah mudah-mudahan...” tetapi selalu “ Ya Allah jadikanlah...” rata-rata semuanya begitu. Menurut saya begitu optimis, do’a bukan lagi sebuah permintaan yang hanya berharap saja tetapi memohon agar jadi dan pasti. Jadikanlah... jadikanlah...
Mungkin saya pernah berdo’a dengan menggunakan kata mudah-mudahan. Kalo begini kapan jadinya???. Masih ngambang.
Beberapa hari setelahnya sampai pada lembaran do’a memohon kecerdasan otak. Saat saya membaca artinya
Bahkan tak banyak dari kita yang selalu mengaji disekolahnya berprestasi. Menghafal Al-quran pun di sekolahnya berprestasi. Tapi yang saya pikirkan bukan hanya sebatas itu saja, perhatikan cepatkan pemahamanku memahami isinya. Saya membayangkan bila seseorang sebelum saya (orang-orang shaleh terdahulu) meminta untuk kecerdasan namun bahasanya seperti ini berarti maksudnya, seseorang yang membaca do’a ini bukan saja hanya hafal Al-Quran tetapi ingin memahami Al-Quran. Sehingga ingin mendalaminya. Setelah mendalaminya dia akan menjadi Ahli, bukan begitu? Ada sesuatu yang besar. Lalu bagaimana orang-orang besar yang selalu bersama Al-Quran?? Para generasi sahabat, dan generasi orang-orang setelahnya yang berpegang pada Al-Quran? Menarik bukan??
Do’a Memohon Kecerdasan Otak :
Ya Allah, sinarilah pandanganku dengan Al-Quran, bukalah hatiku dengan Al-Qur’an dan serasikan perbuatanku sesuai isinya, lancarkan lisanku membacanya, tetapkan hatiku condong kepadanya, cepatkan pemahamanku memahami isinya dan teguhkan hatiku kepadanya lantaran keadaan dan dayaMu, karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dariMu wahai Dzat yang memberikan belas kasih yang Maha Pengasih. Ya Allah aku menitipkan sesuatu ilmu kepadaMu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka perkenankanlah Engkau mengembalikan lagi kepadaku ketika aku membutuhkan, dan janganlah Engkau melupakannya wahai Tuhan yang menguasai penguasa Alam.

Menurut teman-teman orang yang cerdas itu seperti apa...??? :)
Coba... cerdas identiknya dengan apa saja? IQ tertinggi, jago ini itu bukan??? :)
Apa yang teman-teman pikirkan ketika setelah membaca do’a memohon kecerdasan diatas?
Kata kuncinya adalah kecerdasan dan Al-Qur’an. Coba teman-teman pikirkan!
Hal inilah yang membuat saya terkejut saat saya membaca arti dari doa tersebut untuk pertama kalinya dan membuat saya penasaran. Hingga saya bertanya kenapa ya?? Kenapa begini? jika membaca doa hendak belajar robbii zidni’ilman warzuqnii fahmaa. Nggak jauhlah, tapi ketika membaca do’a kecerdasan otak kenapa seperti ini??
Yang saya pikirkan saat itu adalah berarti kecerdasan berhubungan dengan Al-Quran.
Kecerdasan disini rupanya tidak menggambarkan IQ tertinggi, sehingga seseorang yang cerdas bukanlah seseorang yang paling pintar, paling jago kimia, fisika, matematika, fisika dan lain sebagainya. Karna sebelum saya membaca arti dari doa tesebut perkiraan saya ya... supaya bisa dengan mudah menangkapi pelajaran-pelajaran dengan cepat, dan lebih mudah di pahami. Jadi jago gitu... paling berprestasi... siapa yang gak mau? Tapi ternyata do’anya menjelaskan seperti itu.
ada yang mau bantu menjelaskan? atau share pengalamannya dengan Al-Quran yg mungkin bisa menjawab pertanyaan saya diatas. muslimah.daily20@yahoo.com
Padahal, seorang remaja yang duduk di bangku kuliah dengan usia termuda bukankah dia cerdas?
Ada banyak yang ingin saya ceritakan. Sekian untuk sesi bagian ini. Di save ditunda dulu... ya :)

HIKMAH:
ketika sesuatu yang diharapkan tak sesuai, namun menyambutnya dengan rasa syukur. insyaAllah akan mendatangkan kebaikan dari Allah. seperti saya mendapatkan buku doa tersebut awalnya merasa sedih karna melihat temen-temen dapat yang keren. tapi pelajarannya adalah yang saya dapatkan ini, lebih keren loh... iya... kalo temen-temen tuh udah keren lah luarnya, walau kado saya terlihat biasa aja atau tidak menarik tapi dalamnya luar biasa. saya dapat harta karun... yang tidak diketahui semua orang... :) pengalaman yang saya dapatkan ini seperti sinyal saja, baru kode dari Allah. Selanjutnya saya paham mengapa seperti itu. akan saya jelaskan seiring perjalanan hidup saya selama ini. Bahkan Allah tunjukkan kepada saya bagaimana konsep pendidikan islam yang terpendam. Alhamdulillah semua itu Allah telah menuntun saya, tanpa saya menyadarinya saya bisa berkumpul dengan orang yang ahli ilmu, penasaran?

Komentar

Postingan Populer