Pengalaman Dosen ITB (ZA)
Pengalaman Dosen ITB (ZA)
Ini adalah true story. Siapa tau tulisan ini bisa dicopy paste buat memotivasi anak, ponakan dan saudara2 lainnya.
Profesor Ir. Zainal Abidin MSc. PhD. (ZA).
3 minggu yg lalu, aku menghadiri undangan “Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Teknik Mesin ITB”, prof. ZA di Bandung. Dia teman seangkatanku di Teknik Mesin ITB.
Kisah perjalanan hidupnya cukup inspiratif. Seperti halnya Andrea Hirata (Laskar Pelangi), atau Iwan Setiawan (9 Autum 10 Summer), atau Chairul Tanjung (pemilik bank Mega), atau Dahlan Iskan, atau …masih banyak lainnya yg tidak ter ekspose. Hidupnya serba kekurangan. Serba susah.
ZA anak seorang janda di Surabaya. ZA dan kakaknya ditinggal mati bapaknya ketika mereka masih SD. Ibunya hanya lulusan madrasah (setingkat SMP). Karena tidak memiliki keahliaan apa-apa, ibunya menyambung hidup dengan jualan jajanan ringan seperti rempeyek, es lilin dll.
Dengan prestasinya di SMA, ZA mendapatkan bea siswa dari Universitas Petra Surabaya. Namun karena diterima di ITB, dia nekat berangkat ke Bandung. ZA berbeda dengan Chairul Tanjung (CT). CT adalah anak bekas pengusaha (yg kemudian bangkrut). Jadi ya jiwa wiraswastanya masih kental. Kalau ZA tidak pernah kenal dunia usaha. Jadi…, cara survive nya juga berbeda.
Tahun pertama di ITB (th ’79), ZA masih mendapatkan kiriman Rp.15.000,- per bulan dari ibunya. Saat itu, dengan lauk tahu, tempe dan sop, harganya sepiring nasi sudah Rp 250,- di warung pak Kemi, di pagar belakang kantor BATAN. Agar dananya mencukupi sampai akhir bulan, ZA sering pesan makanan hanya setengah bahkan seperempat porsi. Hanya untuk sekedar TIDAK LAPAR saja.
Tahun ke 2 di ITB dilaluinya dengan sangat susah. Hampir tidak ada kiriman dana dari ibu nya. Untuk menyambung hidup, ia terpaksa bekerja serabutan kesana kemari. Pernah pada suatu waktu, ZA tidak punya tempat tinggal. Kalau ke kampus bajunya yg hanya beberapa setel dibawanya semua. Semula ZA menjadi tenaga honorer di Perpustakaan Aula Timur ITB, disela-sela jadual kuliahnya. Kalau lewat jam 21.00 dia sering disuruh menjaga Aula Barat ITB, yg saat ini merupakan ruang baca mahasiswa. Kalau mendapat tugas seperti ini, ZA gembira sekali. Karena selain bisa belajar, dia juga bisa numpang tidur di situ. Padahal…., di Aula Barat…., nyamuknya banyak sekali.
Meskipun demikian.., prestasinya sangat cemerlang. Setiap akhir semester, hasil ujiannya bertaburan dengan nilai A. Padahal…, sulit sekali mendapatkan nilai A di Teknik Mesin ITB. Terus terang…, selama aku kuliah, dari 160 SKS, nilai A ku hanya 2 SKS. Hanya 1 mata pelajaran yg dapat A, yaitu “Pengelasan”.
Itupun karena aku menjadi Asisten Praktikum Lab Teknologi Mekanik, makanya las-lasanku rapi dan punya semangat lebih untuk mendalami Pengelasan. Jadi aku dapet nilai A bukan dari mata pelajaran yg prestisius, tapi hanya ilmunya Tukang Las Pinggir Jalan.
Di tahun ke 3, ZA mulai memberikan les privat pada anak2 SD, SMP & SMA. Kegiatan ini terus dijalaninya hingga ZA lulus kuliah.
Setelah ekonominya rada membaik dengan banyaknya murid les, ibunya diboyongnya dari Surabaya ke Bandung. Mereka sewa rumah petak di gang kecil di Titimplik (1 km dari ITB). Ibunya diberdayakan untuk bikin Catering buat para mahasiswa. Dari usaha ini, minimal, mereka tidak perlu ada pengeluaran untuk makan harian.
Lulus tepat waktu, 5 tahun, ZA menjadi lulusan terbaik Teknik Mesin ITB. Begitu lulus, ia langsung diterima bekerja di Slumberger (baca : Slambersi, salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia dari Prancis) dengan gaji US$ 2.000 (konversi sekarang kurang lebih 30 jt). Namun ZA terpaksa mengundurkan diri, karena enggak dapat restu dari ibunya. Ibunya mengkhawatirkan keselamatannya. Ketika itu ada tetangga mereka yg kehilangan jarinya sewaktu bekerja di lapangan minyak. Oleh karena itu, ibunya meminta untuk menjadi dosen di ITB saja.
ZA mendapatkan PhD nya di University of Salford UK. Dalam karier tekniknya, ZA telah mematenkan 2 hasil penelitiannya. Bidang keahliannya adalah :
“Pemantauan Kondisi Kesehatan Mesin berbasis Getaran”.
Dengan metoda temuannya, ZA bisa memprediksi kapan suatu mesin akan rusak dan bagian mana saja dari komponen mesin yang akan mengalami kerusakan. Layaknya seorang dokter yg memperkirakan sisa usia pasien kankernya.
Dengan prediksi ini, BREAK DOWN pabrik (pabrik berhenti mendadak karena kerusakan mesin), dapat dihindari. Komponen bisa segera diganti sebelum mesin rusak. Pabrik juga bisa langsung merencanakan pembelian komponen2 yg harus diganti sebelum service mesin dilakukan. Kondisi ini akan sangat menguntungkan perusahaan. Kalau sampai pabrik berhenti mendadak karena kerusakan mesin, maka akibat ekonomisnya sangat luar biasa :
1. Skedul produksi dan delivery akan terganggu. Akan mengecewakan pelanggan. Bisa kena pinalty jutaan dolar. Atau bisa2 kontrak pembelian juga diputus.
2. Perbaikan mesin akan memakan waktu lama, menunggu datangnya komponen pengganti yg baru dipesan. Atau…, kalau perusahaannya royal, yha harus stok komponen di gudang.
Melakukan stok komponen di gudang ini juga akan menaikkan modal kerja, menaikkan biaya bunga, juga menaikkan biaya gudang.
Metode “Perawatan Prediktif” berbasis getaran yg digelutinya, telah terbukti menghemat biaya perawatan atau kerugian bisnis (opportunity cost) jutaan dolar per tahun bagi para pelanggannya.
Keahlian ZA banyak dimanfaatkan oleh dunia industri, terutama industri minyak. Hampir semua perusahaan minyak di Indonesia adalah pelanggannya.
Pada saat Pengukuhan Guru Besarnya, ibunya yg sudah berusia 85 th, sudah tidak mampu bangun dari tempat tidurnya. Beliau hanya dapat menyaksikan momen mengharukan prestasi anaknya melalui rekaman video.
Selamat.., Sukses…, Zainal, sobatku…!!
Salam,
Nurseto Ardiputranto
Kamu punya cerita berhikmah lainnya dan ingin berbagi di sini? yuuk isi link berikut:
https://goo.gl/forms/QXjVXwfJqedFB7km1
Semoga tulisanmu menjadi manfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyah.. aamiin ya Robbal'alamin :)
Kamu punya cerita berhikmah lainnya dan ingin berbagi di sini? yuuk isi link berikut:
https://goo.gl/forms/QXjVXwfJqedFB7km1
Semoga tulisanmu menjadi manfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyah.. aamiin ya Robbal'alamin :)


Komentar
Posting Komentar