Hadiah dari Allah
Hadiah dari Allah
Di prodi pendidikan MTK, ada satu mata kuliah yaitu Bahasa Inggris Matematika. Yang secara sadar, sejak smp kemampuan bahasa inggris saya sangat lemah. Metode belajar di matkul ini presentasi per kelompok. Saya memperhatikan semampunya saja tiap pertemuan. Menjelang uts, saya cukup panik dengan mata kuliah ini, gak pede. Tapi saya belajar semaksimal mungkin.
Salah satu kebiasaan jelek mahasiswa saat ujian adalah menyontek, kerja sama, berisik, dan sikap sejenis lainnya. Alhamdulillah, saya sudah mendapat bekal sikap sejak SMA, untuk jujur di setiap ujian. Sehingga saat uts atau uas di kampus, saya selalu memilih kursi paling depan agar tidak campur baur dengan aktivitas menyontek yang dilakukan teman saya. Bukan sok suci, tapi, jika kita belum bisa merubah satu keadaan buruk, minimal kita tdk melakukan keburukan tersebut. Saya kerjakan soal BIM sebisa saya sesuai apa yg saya pelajari, cukup sulit. Terlebih bentuk soalnya esai yang tidak bisa pilih2.
Setelah beberapa minggu, ada pembagian hasil uts. Dan saya sangat kaget, nilai uts BIM saya: 100, sempurna. Mata kuliah yang bicaranya saja saya belum lancar. Tapi saya percaya, ini adalah bentuk kasih sayang Allah pada hamba-Nya yang berusaha jujur.
Hikmah:
Kejujuran akan membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan membawa seseorang ke dalam surga, aamiin. Usaha seseorang pasti dihargai oleh Allah, apalagi jika doa tak dilupakan. Saya pernah katakan di medsos saya, "Berdoa saat ujian adalah bentuk ikrar bahwa tidak ada kekuatan lain yang kita andalkan selain kekuatan dari Allah. Bukan kekuatan contekan, lirik kanan kiri, minta bantuan teman saat ujian. Maka dari itu, sangat aneh jika manusia berikrar dalam doanya, namun ia sendiri mengingkarinya." Semoga bermanfaat. -FR, Pend. Mtk 2016 (kampus pendidikan di jkt)
Kamu punya cerita berhikmah lainnya dan ingin berbagi di sini? yuuk isi link berikut:
Semoga tulisanmu menjadi manfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyah.. aamiin ya Robbal'alamin :)


Komentar
Posting Komentar