Berkah Setelah Menolong Junior di Eks-Tempat Kerja
Berkah setelah Menolong Junior di Eks-Tempat Kerja
Dulu saya pernah bekerja di salah satu perusahaan IT di Bandung. Perusahaan IT tersebut waktu pertama kali saya masuk prospeknya cukup menjanjikan . Pekerjanya saat itu banyak pekerja intern yang kuliah pun belum lulus.
Suatu hari, junior saya (sebut saja namanya Asep) yang merupakan pekerja intern kesultan mengerjakan Tugas Akhirnya karena dia tidak punya referensi atau contoh TA untuk mengerjakannya. Saya akhirnya menolongnya dengan memberikan TA milik saya sebagai referensi. Ia pun berterima kasih. Namun, beberapa bulan kemudian dia keluar dari perusahaan tersebut, entah apa sebabnya.
Beberapa bulan setelahnya, sekitar Mei 2017 saya dipanggil oleh atasan saya. Isinya adalah pemutusan kontrak kerja, penyebabnya adalah karena perusahaan tersebut sudah tidak mampu membayar gaji karyawan-karyawannya selama tahun 2017 dikarenakan proyek vital mereka gagal untuk menghasilkan uang. Jujur saat itu saya sangat kecewa, apalagi perusahaan tersebut sangat dekat dengan rumah saya, gajinya cukup besar untuk orang yang masih belum berpengalaman seperti saya, dan tempatnya sangat bagus. Apalagi kantor saya ini sangat mendukung saya untuk kuliah S2 (dimana saya sedang melakukannya sekarang), jarang kantor yang bisa begini. Bukan hanya saya yang diberhentikan, hampir semua teman-teman kantor saya pun diberhentikan, bahkan yang sudah senior sekalipun, mungkin juga termasuk Asep waktu dulu. Saya pun akhirnya berpisah dengan atasan dan teman-teman kantor saya dengan berat hati seminggu kemudian.
Akhirnya saya mencari pekerjaan baru, saya mencoba-coba tes kemana-mana namun hasilnya negatif. Itupun saya hanya dipanggil oleh sedikit perusahaan yang coba saya apply kemana-mana, perbandingannya kira-kira 1:5. Sampai pada suatu hari, saya dipanggil untuk interview oleh perusahaan yang lokasinya sangat dekat dengan rumah saya dan tempat saya kuliah S2 sekarang. Job desc yang ditawarkan oleh perusahaan itu pun sangat sesuai dengan skill yang saya miliki sekarang.
Akhirnya saya datang untuk interview ke sana. Saya diwawancarai oleh 2 orang owner perusahaan. Ternyata salah satu owner dari perusahaan tersebut adalah senior saya waktu kuliah dulu. Pertama saya diminta menceritakan tentang diri saya, kemudian tentang apa yang sudah saya lakukan di kantor saya sebelumnya. Saya pernah kerja di 2 kantor sebelumnya, pertama di Jakarta kedua di Bandung yang memutuskan hubungan kerja saya di cerita ini. Saya menceritakan sedikit tentang pengalaman saya di Jakarta, namun saat saya hendak menceritakan pengalaman saya di Bandung, pewawancara saya langsung memotong dan menceritakan tentang perusahaannya lebih lanjut dan budaya perusahaannya beserta menanyakan kapan saya siap kerja dan saya ingin gaji berapa. Melihat reaksi dari para pewawancara saya, reaksinya pun sangat positif terhadap saya. Saya heran, mengapa tidak ada tes dan saya hanya diminta untuk bercerita?
Ternyata terungkap, para pewawancara bahwa pengalaman kerja saya di Bandung sudah diceritakan oleh Asep, yang sekarang menjadi pegawai di kantor tempat saya interview. Saya akhirnya bertemu kembali dengan Asep setelah interview dan berbincang-bincang sejenak, lalu saya pulang setelah berpisah dengan Asep dan kedua pewawancara tersebut.
4 hari kemudian, sebuah email datang ke saya. Isinya bahwa saya diterima di perusahaan tersebut dengan gaji yang saya inginkan (sedikit lebih besar dari perusahaan sebelumnya) dan job desc yang sangat sesuai dengan keahlian saya. Saya pun gembira, bersyukur terhadap Allah SWT karena telah memperlancar jalan saya dan secara tidak langsung menjadikan Asep sebagai salah satu "saluran" untuk menolong saya untuk mencari pekerjaan saya yang sesuai dengan skill dan kondisi saya yang sekarang masih S2 di Bandung.
Hikmah:
Allah sudah mengatur rezeki masing-masing orang dan pasti Allah tidak akan mempersulit jalan untuk orang yang bersungguh-sungguh mengejarnya dan terus meminta kepada-Nya, dan ternyata berbuat baik kepada orang lain pasti akan membuahkan hasil. Bila tidak langsung dibalas di dunia, maka akan dibalas di akhirat.
Kamu punya cerita berhikmah lainnya dan ingin berbagi di sini? yuuk isi link berikut:
https://goo.gl/forms/QXjVXwfJqedFB7km1
Semoga tulisanmu menjadi manfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyah.. aamiin ya Robbal'alamin :)
Kamu punya cerita berhikmah lainnya dan ingin berbagi di sini? yuuk isi link berikut:
https://goo.gl/forms/QXjVXwfJqedFB7km1
Semoga tulisanmu menjadi manfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyah.. aamiin ya Robbal'alamin :)


Komentar
Posting Komentar